
hujan deras sore itu
meletakkanku dalam sudut pengembaraan
berhenti sejenak untuk menoleh
sekedar merunut kembali perjalanan selama ini
disela-sela suara air yang jatuh di tempayan kecil
lamunku melayang ke alam dimensi maya
kulihat betapa banyak jejak yang kutinggalkan
setiap tapaknya meninggalkan kesan yang dalam
membentukku hingga sebuah peradaban
perlahan daun pohon mahoni jatuh di ujung jalan kecil itu
membawa aroma keheningan dalam ratusan tahun kesendiriannya
sepotong kesadaranku terbang melintasi bulir-bulir air ke angkasa
hanya untuk sekedar bertanya
apakah engkau -langit yang dulu-, yang selama ini memayungi perjalananku
apakah engkau -hujan yang dulu-, yang selama ini membasahi haus rinduku
widodo
3 Agustus '05 - "siliwangi-bandung"